Sempat Nginap di Andalas, Dokter Cantik Ini Hilang Sejak Hari Valentine


PALEMBANG – Seorang dokter cantik di Palembang, dr Nurshabrina (27) hilang sejak Hari Valentine, 14 Februari 2020.

Orang tua dr Nurshabrina telah melapor ke Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel) pada Rabu (19/2/2020).

Ayah dr Nurshabrina, Fahmi (65) berharap polisi segera menemukan anak tunggalnya itu dalam kondisi selamat. Setelah menerima laporan, polisi pun langsung melakukan penyelidikan.

Kanit 2 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Bakhtiar bersama anak buahnya mendatangi rumah korban, Kamis (20/2/2020) siang.

Bakhtiar menceritakan kronologi hilangnya dr Nurshabrina. Awalnya, dokter muda berangkat ke Lampung pada Selasa (11/2/2020).

Ia sempat diantar oleh ayahnya ke Stasiun KA Kertapati dengan tujuan Tanjung Karang, Lampung sekitar pukul 21.00 WIB.

“Dari rumahnya di Perum Bukit Sejahtera, korban diantar oleh bapaknya. Korban diantar sampai halte stasiun,” terang Kompol Bakhtiar, Kamis (20/2/2020) siang.

Korban yang merupakan anak tunggal ini sempat mengirimkan pesan via SMS pada Rabu (12/2). Ia memberitahu orang tuanya bahwa dia sudah sampai di Tanjung Karang.

Dua hari kemudian, Jumat (14/2) yang bertepatan dengan Hari Valentine, korban kembali mengirim SMS. Sejak saat itu, korban tidak ada kabar lagi.

“Sempat SMS pada Jumat (14/2) sore mengabarkan lagi kepada orangtuanya akan segera pulang ke Palembang. Menggunakan SMS karena alasan kuota habis,” terang Bakhtiar.

Bakhtiar menambahkan, korban juga sempat memberitahu kepada orang tuanya bahwa dia menginap di Penginapan Andalas Lampung.

“Namun hingga saat ini nomor HP korban tidak ada yang aktif dan tidak bisa dihubungi,” bebernya.

Subdit Jatanras Polda Sumsel akan melakukan koordinasi dengan Polda Lampung untuk mencari korban.

“Kita akan menelusuri keberangkatan dan akan mengecek manifest di stasiun KA Kertapati Palembang,” tukas Bakhtiar.

Sementara itu, Fahmi bapak korban berharap anaknya masih bisa ditemukan dan pulang dengan selamat.

“Anak kami sebagai dokter di RS Pusri, tapi awal Januari 2020 lalu sudah resign. Anak kami ke Lampung menggunakan kereta api dan sempat memberikan kabar. Terakhir kontak Jumat sore dan setelah itu tidak ada lagi,” terang Fahmi.

Anda mungkin menyukai postingan ini