Ungkap Kasus Narkoba Belum Sentuh Bandar di Pamekasan

PAMEKASAN – Upaya memerangi peredaran narkoba terus digencarkan. Satresnarkoba Polres Pamekasan mengungkap 65 kasus sejak Januari hingga 17 Agustus.

Ada 107 budak narkoba yang ditetapkan sebagai tersangka. Tiga di antaranya masih di bawah umur. Dari ungkap kasus itu, hanya budak narkoba kelas teri yang berhasil ditangkap. Sementara, bandar besar belum tersentuh.

Kasatresnarkoba Polres Pamekasan AKP Bambang Hermanto menyebutkan tiga jenis narkotika yang diamankan. Yakni, SS 75,60 gram, pil koplo 497 butir, dan 12 butir ekstasi.

Dia tidak memungkiri kasus narkoba yang diungkap hanya berkutat di pemakai dan pengedar. Bambang berdalih pelaku yang ditangkap tidak terbuka dalam menyampaikan asal muasal barang haram itu. ”Mereka tidak membuka pelaku yang di atasnya,” ujarnya kemarin (1/9).

Pihaknya berpatokan pada barang bukti yang diamankan dalam mengklasifikasikan pengguna dan pengedar. Pengedar menguasai barang haram itu dengan jumlah yang relatif banyak dibandingkan pengguna.


Peredaran narkoba merata di 13 kecamatan di Pamekasan. Namun, yang menjadi atensi yaitu di kawasan pantai utara (pantura). Sebab, peredarannya lebih banyak dan tergolong masif. ”Kan personel yang di sana (pantura) terbatas, jadi dimanfaatkan para pelaku. Kalau yang pil lebih banyak di daerah selatan perbatasan Pamekasan dan Sampang,” paparnya.

Barang haram tersebut banyak disuplai oleh bandar di daerah pantura Sampang. Pengungkapan kasus selama ini banyak dibantu masyarakat. Karena itu, pihaknya akan terus menggandeng tokoh masyarakat. ”Kalau tidak ada peran serta masyarakat, kita memanfaatkan IT,” tegasnya.

Bambang menambahkan, lingkungan dan pergaulan menjadi alasan meluasnya peredaran narkoba. Karena itu, pihaknya mengimbau orang tua mengawasi dan mengarahkan pergaulan anggota keluarga masing-masing. ”Jangan sekali-sekali mencoba narkoba,” pintanya. (jup)

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar