Sejumlah Anak Dibawah Umur Pesta Miras Di Sumenep

 SUMENEP - Sejumlah anak di bawah umur ditangkap polisi tengah malam kemarin (6/9). Perinciannya, enam laki-laki dan tiga perempuan. Pemicunya, mereka menggelar pesta minuman keras (miras) di Jalan Raya Lingkar Utara.

Sembilan remaja itu usianya rata-rata 16-17 tahun. Bahkan, ada yang berstatus pelajar. Mereka berasal dari Kecamatan Manding, Dungkek, dan Batuputih. Polisi menyita barang bukti berupa botol miras dengan kadar alkohol 70 persen sisa setengah.

Kemudian, satu botol air mineral bekas yang berisi campuran miras dan kuku bima. Empat kendaraan yang dipakai para remaja itu juga diamankan petugas. Perinciannya, satu unit sepeda motor Honda Beat nopol L 2602 QM dan Honda Supra 125 nopol M 3724 WK.

Lalu, Yamaha Mio nopol M 5125 WU dan Yamaha Vega nopol M 3378 TF. Sembilan anak yang menggelar pesta miras itu diamankan ke Mapolres Sumenep. Polisi kemudian koordinasi dengan kepala desa dan keluarga masing-masing remaja tersebut.


Kasat Sabhara Polres Sumenep AKP Abd. Mukit mengatakan, Kades dan orang tua para remaja itu dipanggil ke Mapolres. Mereka diminta mengawasi secara ketat anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang menyimpang.

Orang tua dan para remaja itu diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika pernyataan itu dilanggar, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Informan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) asal Desa Juruan Laok memberikan informasi mengejutkan. Menurut dia, salah satu remaja yang diamankan polisi itu berasal dari desa tempat dia tinggal.

Dia juga mengatakan, ada dua anak yang terlibat dalam pesta miras itu. Ironisnya, mereka sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren (ponpes). Orang tua kedua anak tersebut mencari nafkah di Jakarta. ”Ibu dan bapaknya berangkat ke Jakarta. Kedua anak itu keluar dari pondoknya tanpa pamit,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Sumenep Diana Agus Sulistiowati menyampaikan, peran orang tua sangat penting dalam mengontrol pergaulan anak. Jika salah pertemanan, bisa terjerumus pada pergaulan tidak baik.

”Kalau sudah pukul 21.00 anak seharusnya sudah berada di rumah. Orang tua harus menelepon dan menanyakan keberadaan anaknya kalau belum pulang,” pintanya. (mi)

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar